Padang - Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) di Padang, berakhir hari ini. Ketika semua peserta kembali ke daerahnya, diperkirakan uang sebesar Rp 40.145 M dari mereka, sudah beredar dan berputar di Kota Bingkuang ini.
“Angka itu tidak termasuk tiket pesawat yang dibeli pada biro perjalanan di Padang maupun dana pendukung dari Pemko Padang mau saat persiapan mau pun setelah kegiatannya,” kata Walikota Padang Hendri Septa, kepada wartawan di sela sela kegiatan Apeksi di Padang, kemarin.
"Selama kegiatan saja, 5 – 10 Agustus 2022, perkiraan perputaran uang mencapai Rp24,146 Miliar. Dasar perhitungannya, kata Hendri Septa, beredar melalui sewa hotel, sewa kendaraan, parkir, pameran di ice, pusat penjualan oleh-oleh, konsumsi, obyek wisata, berdagangan barang dan jasa lainnya. Peredaran terbesar terjadi pada 7 dan 8 Agustus 2022. Masing-masing di atas Rp 6 Miliar.
Uang tersebut didasarkan pada kehadiran 5.064 orang yang hadir, lalu dari pesanan kamar hotel, rata-rata 2.500 kamar perhari, ada 500-an kendaraan yang dirental peserta, pameran di ice, pusat penjualan oleh-oleh, konsumsi, obyek wisata, berdagangan barang dan jasa lainnya.
Selain itu, biaya yang dikeluarkan pemerintah untuk persiapan dan pelaksanaan Rakernas ke-XV Apeksi mencapai Rp15 M, ditambah bantuan pihak swasta sekitar Rp 1 M, sehingga total peredaran uang, termasuk biaya yang dikeluarkan pemerintah terkait pelaksanaan Rakernas ke-XV Apeksi adalah Rp 40,146 Miliar.
“Semoga Rakernas Apeksi ini bisa menjadi sitawa-sidingin bagi masyarakat
Kota Padang, khususnya dunia usaha untuk bisa bangkit kembali,” kata Hendri
Septa.
Ia mengakui, kehadiran event ini sangat penting bagi warga kota, setelah dua tahun berada dalam kondisi terpuruk akibat Pandemi Covid-19. Semoga ini menjadi momentum untuk kebangkitan. Sejalan pula dengan semangat peringatan HUT ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat.
“Terima kasih kepada tamu yang sudah datang, terima kasih kepada warga kota yang sudah mendukung penuh kegiatan ini. Ini yang namanya Rakernas usai, pundi-pundi dituai,” pungkasnya dengan senyum mengembang.
Dalam Penutupan Rakernas XV Apeksi, Mendagri Tito Karnavian senang Apeksi
membawa keberkahan kepada kota Padang. Ini perlu kita berikan apresiasi kepada
Wali Kota Padang sebagai tuan rumah dan panitia pelaksana Apeksi. *
Padang - Meski masih di tengah pandemi Covid-19 yang masih mewabah, Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Pariwisata kembali menggelar Festival Selaju Sampan Tradisional Badunsanak di Banda Bakali GOR H. Agus Salim, Sabtu (20/11/2021).
Festival yang diikuti peserta sebanyak 32 tim selaju sampan di Kota Padang itu dibuka secara resmi oleh Wali Kota Padang Hendri Septa. Juga hadir unsur Forkopimda, Pj Sekda Arfian dan sejumlah kepala OPD terkait di lingkup Pemko Padang dan unsur terkait lainnya saat itu.
Dalam sambutan dan arahannya Wali Kota mengatakan, atas nama Pemerintah Kota Padang ia mengaku bersyukur dan senang atas terselenggaranya Festival Selaju Sampan Tradisional Badunsanak di tahun ini meski di 2020 sempat ditiadakan akibat pandemi Covid-19.
"Kegiatan ini bernilai penting bagi kita dalam rangka melestarikan seni dan budaya yang masih membudaya di tengah-tengah masyarakat Kota Padang sampai saat ini. Selaju sampan adalah sebuah warisan olahraga tradisional dari masyarakat Kota Padang yang dari dahulu kala dikenal dalam lagu Dayuang Palinggam. Semoga event ini dapat terus digelar setiap tahun," ucap Wako.
"Kami berpesan dan sangat berharap kepada warga Kota Padang terutama
generasi muda untuk senantiasa melestarikan nilai-nilai seni dan budaya kita
sesuai dengan kearifan lokal yang berkembang di Kota Padang," harapnya
dalam acara yang tetap mengacu protokol kesehatan (prokes) Covid-19 itu.
Lebih lanjut orang nomor satu di Kota Padang tersebut mengucapkan selamat dan apresiasi kepada panitia yang telah bekerja keras menggelar Festival Selaju Sampan Tradisional Badunsanak kali ini.
"Kepada para peserta berlombalah dengan sportif dan 'fair play', karena kemenangan bukanlah segala-galanya. Dan yang terpenting itu adalah melalui lomba ini kita menjaga nilai-nilai budaya dan silaturrahim diantara kita di tengah perkembangan zaman yang semakin pesat saat ini," pungkas Wali Kota Padang sembari membuka dan menyaksikan secara langsung festival tersebut.
Sementara itu Plt Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang Raju Minropa menyebutkan melalui festival tersebut, pihaknya berharap di samping event olahraga dayung sampan tradisional juga sebagai bentuk upaya menjaga pelestarian seni dan budaya lokal di Kota Padang. Kegiatan ini sudah masuk ke dalam kalender event pariwisata Kota Padang dan kali ini sudah yang ke enam kalinya diadakan.
"Dari 32 tim peserta festival ini satu diantaranya diikuti dari luar
Kota Padang yang berasal dari Kota Payakumbuh dengan nama grup selaju sampan
Batang Sinamar. Kita berharap semoga kegiatan ini berjalan dengan lancar dan
sesuai harapan," imbuh Raju. (***)
Padang Panjang- Kota Padang berhasil meraih gelar Juara Umum pada
Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional Tingkat Sumatera Barat ke-39 yang
dihelat 13-19 November 2021 di Kota Padang Panjang.
Piala penghargaan diterima Wali Kota Padang Hendri Septa dari Wakil
Gubernur Sumatera Barat Audy Joinaldy pada ajang penutupan MTQ Nasional ke-39
Tingkat Sumbar di Lapangan GOR Banca Laweh, Padang Panjang, Jum'at
(19/11/2021).
"Alhamdulillah, ini merupakan hari yang sangat bersejarah buat kita
semua, dimana Kota Padang kembali merebut gelar Juara Umum pada ajang MTQ
Nasional Tingkat Sumbar. Ini merupakan doa dan harapan kita bersama," ujar
Wako Hendri Septa didampingi Ketua TP PKK Kota Padang Ny. Genny Hendri Septa.
Wali kota Hendri menambahkan, bahwa prestasi yang diraih Kota Padang kali
ini tidak lepas dari dukungan dan kerja sama semua pihak. oleh sebab itu dengan
adanya kemenangan ini jangan sampai menjadikan diri jumawa dan sombong.
Prestasi ini harus dipertahankan untuk menyongsong pelaksanaan MTQ di tahun
2023 mendatang.
"Kami ucapkan terima kasih atas perjuangan para kafilah, ofisial dan
pelatih serta dukungan semua jajaran Pemerintah Kota Padang, MUI Kota Padang,
Kemenag Kota Padang, serta pihak-pihak terkait lainnya, sehingga Kota Padang
meraih juara umum MTQN ke-39 ini," pungkas Wako.
Sementara itu, Ketua Umum LPTQ Kota Padang Arfian mengatakan, Kota Padang
berhasil menempati posisi pertama pada MTQN ke-39 kali ini dengan jumlah poin
sebanyak 103. Disusul posisi kedua Kabupaten Tanah datar, sebanyak 62 poin dan
posisi ketiga Kota Pariaman, sebanyak 59 poin. Sementara untuk posisi keempat
Kabupaten Pasaman dan kelima Kabupaten Agam.
Pj Sekretaris Daerah Kota Padang itu menambahkan, Pemko Padang sudah
menyiapkan reward atau bonus untuk para juara pada MTQN ke-39 kali ini. Untuk
juara umum disetiap cabang lomba akan diberikan bonus sebesar Rp 40 juta untuk
kategori perorangan. Sementara untuk kategori kelompok sebesar Rp 60 juta.
"Besok kita juga akan kita lakukan arak-arakan untuk kafilah MTQ. Kita
akan tunggu di batas Kota Padang. Kita akan arak keliling kota, kemudian nanti
akan kita jamu makan siang. Ini merupakan bentuk penghargaan dan rasa syukur
kita bersama," pungkas Pj Sekdako Padang itu.
Usai Penutupan MTQ tersebut, Wakil Gubernur Sumatera Barat Audy Joinaldy
yang juga Ketua Umum LPTQ Sumatera Barat menyerahkan Bendera Pataka MTQ kepada
Bupati Solok Selatan Khairunnas sebagai tanda menjadi Tuan Rumah MTQ ke-40 pada
2023 mendatang, yang disaksikan langsung oleh Wali Kota Padang Panjang Fadly
Amran.
Hadir mendampingi Wako Hendri Septa, Ketua MUI Kota Padang Dr. H. Japeri
Jarab, Kakan Kemenag Kota Padang Edy Oktafiandi, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM
Syuhandra, Sekretaris Inspektur Ferri Erviyan Rinaldy, Kabag Kesra Fuji Astomi,
Kabag Umum Bobby Firman, dan Kabag Prokompim Amrizal Rengganis. (Prokompim Pdg)
Padang - Wali Kota Padang Hendri Septa memberikan apresiasi dan menyambut baik atas digelarnya Gebyar Vaksinasi Anak usia 12-17 di Kota Padang.
Pelaksanaan pencanangan vaksinasi
tersebut digelar oleh RSUP M Djamil yang didukung oleh Ikatan Dokter Anak
Indonesia (IDAI) Sumbar, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Padang, Dinas
Kesehatan Kota (DKK) Padang dan lainnya.
"Mudah-mudahan dengan
dilaunchingnya vaksinasi bagi anak usia 12-17 tahun kali ini, semoga dapat
membantu kita dalam mencapai target vaksinasi di Kota Padang. Sebagaimana warga
Padang yang baru tervaksin hingga saat ini baru mencapai 160 ribu jiwa atau 27
persen dari target 726 ribu jiwa," sebut wali kota dalam kegiatan
Pencanangan Vaksinasi Covid-19 bagi Anak Usia 12-17 Tahun di RSUP M Djamil,
Jumat (20/8/2021) pagi.
Atas nama Pemko Padang Wako Hendri Septa pun mengucapkan terima kasih kepada RSUP M Djamil dan pihak terkait lainnya yang telah mendukung terselenggaranya vaksinasi Covid-19 bagi anak ini.
"Semoga semunya bernilai
ibadah bagi kita semua. Kita Pemko Padang siap bersinergi sampai Kota Padang
bisa benar-benar terlepas dari belenggu wabah Covid-19 ini," pungkas wako
didampingi Kepala DKK Ferimulyani saat itu.
Sementara itu Ketua IDAI Sumbar
dr. Didik Haryanto mengatakan, berbicara pandemi Covid-19 memang tidak akan
selesai-selesai. Hampir dua tahun wabah virus ini terus menjadi perhatian.
"Kita harus bersahabat
dengan Covid-19 ini. Tapi bukan sahabat yang baik, tapi sahabat yang siap
mengintai kita di saat kita lengah dalam menerapkan protokol kesehatan,"
sebutnyam
"Maka itu, di samping pola 3
T (testing, tracing dan treatment) dan 3 M (memakai masker, menjaga jarak,
menguatkan imun tubuh), yang tak kalah penting kita lakukan yaitu vaksinasi
sebagai salah satu cara meningkatkan imun kita (herd immunit). Karena kalau
imun kita kuat maka virusnya akan mati di tubuh kita," ujarnya.
Berbicara kasus Covid di
Indonesia khususnya Sumatera Barat (Sumbar) ia lalu menyebutkan, hingga saat
ini bagi kalangan anak-anak sudah terpapar lebih dari 11 ribu jiwa. Apalagi
sudah ditemukannya varian delta Covid-19 di daerah ini.
"Oleh karena itu, dalam
rangka mengejar capaian vaksinasi di Sumbar yang masih 15 persen dengan tingkat
anak-anak dan remaja masih 4,19 persen dari sasaran 580 ribu jiwa vaksin tahap
satu dan tahap kedua baru 1,19 persen, maka itulah kita dari IDAI hari ini
melakukan gebyar vaksin bagi anak-anak dan remaja usia 12-17 tahun. Kita tahun
untuk mewujudkan herd immunity itu harus mencapai vaksinasi 80-90
persen."Semoga melalui gebyar vaksinasi anak ini menambah cakupan
vaksinasi kita " tuturnya.
Lebih lanjut Didik juga
mengusulkan kepada Pemko Padang seiring akan diberlakukannya kembali belajar
mengajar tatap muka dapat menjadikan bukti vaksinasi sebagai salah satu syarat
bagi peserta didik.
"Jadi kita menganjurkan
kepada pemko agar bagi peserta didik yang sudah melakukan vaksin baru boleh
mengikuti belajar tatap muka. Kita tentu menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya
kepada para anak-anak dan remaja yang kali ini telah melakukan vaksinasi,"
ucapnya.
Selanjutnya Ketua IDI Kota Padang
dr. Rendra menyebutkan dalam penangaan pandemi Covid-19 peran IDI sangat
penting dengan kemampuan dan keahlian yang dimiliki di bidang kedokteran.
"Kami siap untuk "all
out" bekerja keras. Dan alhamdulillah pada beberapa waktu kita bersama
unsur terkait lainnya telah mendeklarasikan siap untuk bersama-sama melepaskan
Kota Padang dari pandemi Covid-19. Hal itu kita buktikan melalui keterlibatan
IDI dlaam kegiatan swab dan vaksinasi massal di beberapa kecamatan di Kota
Padang.
"Pada kegiatan gebyar
vaksinasi anak kali ini kita siap menyukseskannya. Kita siap mendorong anak dan
remaja di Kota Padang mengikuti vaksinasi, sehingga tercapailah target herd
immunity 80-90 persen di daerah ini. Tentunya dengan kebersamaan dan kerjasama
dari semua pihak pandemi Covid-19 ini dapat kita atasi," cetusnya.
Senada dengan itu Direktur SPU
RSUP M Djamil dr. Dovi Djanas menuturkan vaksinasi bagi anak-anak tersebut
sejatinya sudah dimulai pemerintah pada awal Juli 2021 lalu sebagai upaya
percepatan capaian vaksinasi di Indonesia.
"Vaksinasi untuk anak-anak
ini merupakan kebijakan yang diambil berdasarkan tingginya penyebaran Covid-19
pada anak. Maka itu kita di RSUP M Djamil siap mendukung penuh pelaksanaan
vaksinasi di Sumbar khususnya Kota Padang. Termasuk bagi anak usia 12-17 tahun.
Kami juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung kelancaran
pelaksanaan vaksinasi ini," tutur Dovi Djanas.
Pelaksanaan pencanangan vaksinasi
tersebut digelar oleh RSUP M Djamil yang didukung oleh Ikatan Dokter Anak
Indonesia (IDAI) Sumbar, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Padang, Dinas
Kesehatan Kota (DKK) Padang dan lainnya.
"Mudah-mudahan dengan
dilaunchingnya vaksinasi bagi anak usia 12-17 tahun kali ini, semoga dapat
membantu kita dalam mencapai target vaksinasi di Kota Padang. Sebagaimana warga
Padang yang baru tervaksin hingga saat ini baru mencapai 160 ribu jiwa atau 27
persen dari target 726 ribu jiwa," sebut wali kota dalam kegiatan
Pencanangan Vaksinasi Covid-19 bagi Anak Usia 12-17 Tahun di RSUP M Djamil,
Jumat (20/8/2021) pagi.
Atas nama Pemko Padang Wako
Hendri Septa pun mengucapkan terima kasih kepada RSUP M Djamil dan pihak
terkait lainnya yang telah mendukung terselenggaranya vaksinasi Covid-19 bagi
anak ini.
"Semoga semunya bernilai
ibadah bagi kita semua. Kita Pemko Padang siap bersinergi sampai Kota Padang
bisa benar-benar terlepas dari belenggu wabah Covid-19 ini," pungkas wako
didampingi Kepala DKK Ferimulyani saat itu.
Sementara itu Ketua IDAI Sumbar
dr. Didik Haryanto mengatakan, berbicara pandemi Covid-19 memang tidak akan
selesai-selesai. Hampir dua tahun wabah virus ini terus menjadi perhatian.
"Kita harus bersahabat
dengan Covid-19 ini. Tapi bukan sahabat yang baik, tapi sahabat yang siap
mengintai kita di saat kita lengah dalam menerapkan protokol kesehatan,"
sebutnyam
"Maka itu, di samping pola 3
T (testing, tracing dan treatment) dan 3 M (memakai masker, menjaga jarak,
menguatkan imun tubuh), yang tak kalah penting kita lakukan yaitu vaksinasi
sebagai salah satu cara meningkatkan imun kita (herd immunit). Karena kalau
imun kita kuat maka virusnya akan mati di tubuh kita," ujarnya.
Berbicara kasus Covid di
Indonesia khususnya Sumatera Barat (Sumbar) ia lalu menyebutkan, hingga saat
ini bagi kalangan anak-anak sudah terpapar lebih dari 11 ribu jiwa. Apalagi
sudah ditemukannya varian delta Covid-19 di daerah ini.
"Oleh karena itu, dalam
rangka mengejar capaian vaksinasi di Sumbar yang masih 15 persen dengan tingkat
anak-anak dan remaja masih 4,19 persen dari sasaran 580 ribu jiwa vaksin tahap
satu dan tahap kedua baru 1,19 persen, maka itulah kita dari IDAI hari ini
melakukan gebyar vaksin bagi anak-anak dan remaja usia 12-17 tahun. Kita tahun
untuk mewujudkan herd immunity itu harus mencapai vaksinasi 80-90
persen."Semoga melalui gebyar vaksinasi anak ini menambah cakupan
vaksinasi kita " tuturnya.
Lebih lanjut Didik juga
mengusulkan kepada Pemko Padang seiring akan diberlakukannya kembali belajar
mengajar tatap muka dapat menjadikan bukti vaksinasi sebagai salah satu syarat
bagi peserta didik.
"Jadi kita menganjurkan
kepada pemko agar bagi peserta didik yang sudah melakukan vaksin baru boleh
mengikuti belajar tatap muka. Kita tentu menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya
kepada para anak-anak dan remaja yang kali ini telah melakukan vaksinasi,"
ucapnya.
Selanjutnya Ketua IDI Kota Padang
dr. Rendra menyebutkan dalam penangaan pandemi Covid-19 peran IDI sangat
penting dengan kemampuan dan keahlian yang dimiliki di bidang kedokteran.
"Kami siap untuk "all
out" bekerja keras. Dan alhamdulillah pada beberapa waktu kita bersama
unsur terkait lainnya telah mendeklarasikan siap untuk bersama-sama melepaskan
Kota Padang dari pandemi Covid-19. Hal itu kita buktikan melalui keterlibatan
IDI dlaam kegiatan swab dan vaksinasi massal di beberapa kecamatan di Kota
Padang.
"Pada kegiatan gebyar
vaksinasi anak kali ini kita siap menyukseskannya. Kita siap mendorong anak dan
remaja di Kota Padang mengikuti vaksinasi, sehingga tercapailah target herd
immunity 80-90 persen di daerah ini. Tentunya dengan kebersamaan dan kerjasama
dari semua pihak pandemi Covid-19 ini dapat kita atasi," cetusnya.
Senada dengan itu Direktur SPU
RSUP M Djamil dr. Dovi Djanas menuturkan vaksinasi bagi anak-anak tersebut
sejatinya sudah dimulai pemerintah pada awal Juli 2021 lalu sebagai upaya
percepatan capaian vaksinasi di Indonesia.
"Vaksinasi untuk anak-anak
ini merupakan kebijakan yang diambil berdasarkan tingginya penyebaran Covid-19
pada anak. Maka itu kita di RSUP M Djamil siap mendukung penuh pelaksanaan
vaksinasi di Sumbar khususnya Kota Padang. Termasuk bagi anak usia 12-17 tahun.
Kami juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung kelancaran
pelaksanaan vaksinasi ini," tutur Dovi Djanas.
Usai pelantikan, Hendri Septa
menyampaikan ucapan syukur dan terima kasihnya atas nama pribadi dan keluarga
kepada Allah SWT, keluarga, warga kota Padang dan semua pihak yang telah
memberikan doa dan dukungan, sehingga dirinya resmi dilantik sebagai Wali Kota
Padang hari ini.
"Alhamdulillah wasyukurillah, hari ini saya dilantik sebagai Wali Kota Padang meneruskan masa kepemimpinan periode jabatan 2019-2024. Terhitung hari ini saya akan bekerja keras untuk menjalankan visi-misi kota Padang dan semua program unggulan (progul) yang telah dijanjikan bagi warga kota Padang dan itu akan kami lakukan secara terukur," ujarnya kepada awak media.
Wali Kota muda itu juga mengharapkan
doa, dukungan dan sinergi semua elemen dari warga kota Padang untuk membangun
Kota Padang menjadi lebih hingga masa mendatang.
"Alhamdulillah dari informasi
Bappeda Kota Padang capaian hasil implementasi progul kita sampai saat ini
sudah mencapai 46,59 persen. Masih banyak lagi tentunya yang mesti kita lakukan
dan kejar ke depan untuk menuntaskan semua progul tersebut diantaranya upaya
penambahan ruang kelas baru, pembuatan youth center, betonisasi jalan,
penanggulangan banjir serta masih banyak lagi lainnya. Selain itu kita juga
fokus untuk menangani pandemi Covid-19 yang masih mewabah," tukasnya.
Pada kesempatan itu, Gubernur Sumbar
Mahyeldi mengucapkan selamat kepada Hendri Septa yang resmi menjabat Wali Kota
Padang, bersamaan dengan pelantikan Penjabat (Pj) Bupati Solok Heri Nofiardi.
Gubernur berharap keduanya amanah dalam menjalankan tugas sebagai kepala
daerah.
Agenda tersebut juga disertai dengan
pelantikan Ny. Genny Putrinda Hendri Septa sebagai Ketua TP-PKK Kota Padang dan
juga Ketua Dekranasda Kota Padang untuk sisa masa jabatan 2019-2024. Pelantikan
dilakukan oleh Ny. Harneli Mahyeldi selaku Ketua TP-PKK dan juga Ketua
Dekranasda Sumbar.
Pada pelantikan yang
berlangsung sesuai protokol kesehatan Covid-19 itu, juga dihadiri Wakil
Gubernur Sumbar Audy Joinaldy, Wakil Ketua MPR Zulkifli Hasan, Anggota DPR RI
H. Muhammad Asli Chaidir, Ketua Badan Kehormatan (BK) DPD RI H. Leonardy
Harmainy, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eddy Soeparno, Anggota DPR RI Athari
Gauthi Ardi dan Guspardi Gaus serta Asman Abnur (mantan Menteri PAN-RB). Tak
hanya itu, juga hadir unsur Forkopimda Sumbar, Ketua KPU dan Bawaslu Sumbar
serta para pimpinan BUMN/BUMD se-Sumbar, unsur Forkompimda Padang dan pihak terkait
lainnya.(Tim Prokompim Pdg)