Payakumbuh, JangkarPost.com-- Buku Pajacombo yang ditulis oleh Feni Efendi mulai dilirik oleh berbagai kalangan yang penasaran dan ingin membacanya. Mulai dari masyarakat biasa, orang kantoran, hingga pejabat. Tak terkecuali Ketua DPRD Kota Payakumbuh Hamdi Agus, yang ditemui langsung oleh penulis buku Pajacombo, Feni Efendi di Rumah Dinas Ketua DPRD, Sabtu (25/9) malam.
“Buku Pajacombo ini yang ditulis saudara Feni Efendi, seorang anak muda yang luar biasa memberikan karya dengan menulis buku ini, perlu diberikan apresiasi atas karya beliau,” kata Hamdi kepada media.
Hamdi melihat buku ini bagus untuk dibaca sebagai masyarakat Kota Payakumbuh, untuk mengenal sejarah daerahnya sendiri, sejarah sejak sebelum Luhak Lima Puluh ada, sampai pasca kemerdekaan.
“Sebuah daerah yang ingin mendapatkan kesuksesan, masyarakat dan para tokoh serta pemangku kepentingannya tentu perlu belajar sejarah daerahnya sendiri, melihat nilai-nilai kebudayaan, mengambil semangat di masa lalu untuk berbuat di masa yang akan datang,” kata Politikus PKS itu.
Disinilah menurut Hamdi, dia tertarik untuk mendapatkan buku ini, apa lagi buku bertebal 517 halaman itu tentu banyak informasi tentang Payakumbuh yang bisa diambil, atau mungkin bahkan yang belum diketahui oleh orang banyak.
“Saya mengajak anak-anak muda sekarang, penerus generasi di masa yang akan datang, mari belajar sejarah mengenali diri kita, daerah kita, nilai-nilai budaya dan kebaikan daerah kita untuk kita jadikan semangat berbuat bagi kemajuan dan kesuksesan di masa yang akan datang,” kata Hamdi.
Sementara itu, Feni Efendi menyampaikan apresiasi dengan Ketua DPRD Hamdi Agus yang juga tertarik dengan buku Pajacombo.
“Selisih umur kami hanya 2 tahun. Dan ternyata Pak Hamdi ini juga sama-sama memiliki minat tentang sejarah, adat, dan budaya. Alhamdulillah, ternyata sambutan buku Pajacombo sangat luar biasa. Buku ini juga telah dipesan dari Afrika Selatan dan Papua Nugini. Terima kasih atas semua apresiasi dan penghargaan dari warga kota,” kata Feni.
Menurut cuplikan testimoni dari Prof. Dr. Phil. Gusti Asnan tentang buku Pajacombo itu menyampaikan Ensiklopedi Payakumbuh adalah nama lain atau judul lain yang cocok untuk buku ini. Penamaan ini didasarkan pada isinya yang sangat beragam dan luas. Buku ini mencakup berbagai aspek sosial, politik, ekonomi, dan budaya Payakumbuh dalam rentang waktu yang sangat panjang, mulai dari periode legendaris hingga kontemporer.
Dari pola pengerjaan, interpretasi dan rekonstruksi, serta tujuan penulisannya, buku ini juga layak disebut sebagai Sejarah Publik tentang Kota Payakumbuh.
Sejarah Publik adalah sejarah sebagaimana dipahami, diinterpretasikan dan direkonstruksi dalam bentuk yang non-konvensional oleh sejarawan akademis atau non-akademis yang ditujukan untuk kalayak luas. Aspek scholarship pembaca, yakni klayak luas, menjadi titik tumpu utama, baik dalam proses penyusunan atau sasaran pembacanya.
Bila saat sekarang Sejarah Publik sedang digadang-gadang oleh sejarawan Indonesia, maka buku ini adalah salah satu contoh yang bisa dijadikan contoh dan rujukan untuk genre sejarah yang baru bangkit di persada ini (Hrs)Payakumbuh, JangkarPost.com--- Kota Payakumbuh memang luar biasa, kota yang dipimpin oleh Riza Falepi itu berhasil menyabet dua penghargaan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) sekaligus.
Pertama, Kota Payakumbuh kembali menorehkan prestasi dengan meraih penghargaan Kota Layak Anak (KLA) kategori Madya pada tahun 2021, ini merupakan penghargaan KLA kelima bagi Kota Randang setelah mendapat penghargaan dengan Kategori Pratama sebanyak 3 kali di tahun 2013, 2017, dan 2018, serta kategori Madya di tahun 2019 lalu.
Kedua, Kota Payakumbuh berhasil menjadi salah satu Kota dari 58 kabupaten kota di Indonesia yang menerima penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) kategori utama.
*Penghargaan Kota Layak Anak Tingkat Madya*
Capaian yang membanggakan tersebut diumumkan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada acara Penyerahan Penghargaan Kota Layak Anak yang diselenggarakan secara virtual, Kamis (29/7) lalu, lalu pada bulan September ini telah dijemput oleh perwakilan pemerintah daerah ke kantor Kementerian PPPA.
Wali Kota Riza Falepi, di balai kota, Senin (27/9), saat diwawancara media mengungkapkan rasa bangga atas penghargaan yang diraih Kota Payakumbuh sebagai Kota Layak Anak dengan kategori Madya tersebut. Menurutnya, keberhasilan Payakumbuh ini terwujud atas capaian pembangunan dalam memenuhi 31 Hak Anak melalui 5 klaster Hak Anak dan 24 indikator Kota Layak Anak yang ditentukan oleh Pemerintah.
“Semua indikator tersebut dilaksanakan secara terintegrasi, inspirasi, motivasi serta dorongan dari segenap pihak, meliputi pemerintah, masyarakat, lembaga masyarakat dan dunia usaha di Kota Payakumbuh,” kata Riza.
Bagi Riza, KLA bukanlah sekadar penghargaan semata. Tapi bagaimana Kota Payakumbuh terus konsisten menjamin pemenuhan hak-hak anak dan perlindungan khusus anak terencana, menyeluruh serta berkelanjutan.
“Karena di dalam penanganan masalah anak, kita juga mengoptimalkan bekerjasama dengan seluruh pihak. Termasuk di dalam tim itu bagaimana kita selalu berkomunikasi dan bekerjasama dalam pemenuhan hak-hak anak,” kata Riza Falepi.
Mendapatkan predikat Kota Layak Anak Kategori Madya, kata Riza tentu hal ini menunjukkan bahwa Kota Payakumbuh memiliki komitmen kuat di dalam pemenuhan hak-hak serta perlindungan terhadap anak. Di samping itu, upaya mewujudkan tumbuh kembang anak agar menjadi generasi bangsa yang potensial, kreatif, inovatif dan produktif juga menjadi salah satu indikatornya.
“Jadi ini yang kemudian membuat Payakumbuh mendapatkan apresiasi penghargaan Kota Layak Anak Kategori Madya dari pemerintah pusat,” ujar wali kota dua periode itu.
Di masa pandemi Covid-19, untuk memenuhi hak-hak anak dan melindunginya, tentunya memiliki tantangan yang lebih besar. Makanya, kata Riza, selama ini Pemko Payakumbuh juga concern menjalin kerjasama dengan semua pihak agar anak-anak di Kota Randang terlindungi dari penyebaran Covid-19. Untuk mendukung upaya ini, pemko juga memasifkan program vaksinasi massal bagi anak usia 12 tahun ke atas.
“Kemudian kita juga melibatkan Forum Anak Kota Payakumbuh untuk ikut menyosialisasikan kepada anak-anak bagaimana menjalankan pola hidup sehat di masa pandemi ini. Saling sharing dengan teman-teman mereka dalam menerapkan protokol kesehatan,” katanya.
Riza Falepi juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur pemerintahan, masyarakat, lembaga masyarakat, dunia usaha, media serta Forum Anak Daerah Kota Payakumbuh yang telah memberikan dukungan penuh dalam mewujudkan pembangunan di Kota Payakumbuh yang menunjukkan keberpihakan kepada kepentingan serta hak anak.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Payakumbuh Syahnadel Khairi yang menjemput penghargaan itu ke Kantor Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Jumat (24/9) lalu, menyebut Kabupaten/Kota Layak Anak adalah sistem pembangunan yang berbasis hak anak yang dilakukan melalui pengintegrasian komitmen dan sumber daya pemerintah, masyarakat, media, dan dunia usaha yang terencana secara menyeluruh dan berkelanjutan dalam bentuk kebijakan, program dan kegiatan yang ditujukan untuk menjamin pemenuhan Hak Anak dan Perlindungan Khusus Anak.
Syahnadel menjelaskan, menjadi kebanggaan bahwa tahun 2021 perolehan total penghargaan KLA mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2019, dari 249 menjadi 275 kabupaten kota, oleh karena itu perolehan ini merupakan hasil dari menguatnya peran seluruh pihak dalam memenuhi hak dan melindungi anak-anak di Kabupaten Kota masing-masing.
“Situasi Pandemi Covid-19 tidak menjadi halangan untuk Kemen PPPA membuat acara Penghargaan Kabupaten/Kota Layak Anak Tahun 2021 yang disiarkan langsung melalui Youtube dan zoom oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak (PPPA), para hadirin undangan dapat mengakses melalui Youtube dan zoom pada bulan Juli lalu,” tukuknya.
Syahnadel juga menyampaikan informasi dari Menteri PPPA Bintang Puspayoga kalau penghargaan ini diberikan kepada 38 kabupaten/kota peraih KLA tingkat Nindya, 100 kabupaten/kota peraih kategori KLA tingkat Madya, dan 133 kabupaten/kota peraih kategori KLA tingkat Pratama.
“Penghargaan KLA diberikan kepada daerah yang mempunyai komitmen tinggi untuk mendukung pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak, melalui proses evaluasi yang dilakukan oleh tim Kementerian PPPA, tim kementerian/lembaga, dan tim independen,” kata Syahnadel.
Syahnadel juga menyampaikan, evaluasi dilakukan untuk mengukur capaian kinerja pelaksanaan 24 indikator yang telah ditetapkan. KLA merupakan sistem pembangunan berbasis hak anak yang dilakukan melalui pengintegrasian komitmen dan sumber daya pemerintah, masyarakat, media dan dunia usaha.
Hal tersebut dilakukan dengan terencana, menyeluruh, dan berkelanjutan dalam bentuk kebijakan, program dan kegiatan. Tujuannya, menjamin pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus anak.
“Komitmen lintas sektor menjadi sangat esensial dan menjadi syarat terpenuhinya hak dan perlindungan khusus anak mengingat isu-isu yang melingkupi anak sangat kompleks dan multisektoral,” jelas Syahnadel.
Syahnadel juga mengatakan, anak hidup di dalam sebuah sistem yang tidak dapat dilepaskan darinya, baik itu keluarga, sekolah, masyarakat, hingga kebijakan.
“Sehingga seluruh upaya pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak pun harus terintegrasi dengan seluruh sistem yang melingkupi anak. Untuk itulah dibentuk KLA,” pungkasnya didampingi Kabid PA Atrimon.
*Penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE)*
Raihan APE tingkat utama ini menjadi bukti nyata keberhasilan, tidak hanya OPD pemko, tetapi juga stakeholder, dunia usaha, akademisi, lembaga masyarakat, serta komitmen Wali Kota Riza Falepi selaku kepala daerah dalam mewujudkan Kota Payakumbuh peduli perempuan.
“Ini bukti kesungguhan dan kepedulian kita bersama dalam pembangunan responsif gender. Harapannya, Kota Payakumbuh kedepan menjadi kota yang peduli terhadap kesetaraan gender,” kata Wali Kota Riza Falepi, Senin (27/9/).
Penghargaan ini dijemput oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Payakumbuh Syahnadel Khairi didampingi Sekretaris Dinas Ipendi, Kabid PA Atrimon, dan Kabid PP Erma Yunita langsung ke kantor Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Jumat (24/9) lalu.
Wali Kota Riza Falepi mengatakan, penghargaan APE ini sudah 5 kali diraih berturut turut oleh Kota Payakumbuh, dimana pada tahun 2012 dan 2014 untuk kategori Madya, dan 2016, 2018, dan 2021 ini untuk kategori utama.
“Prestasi ini bukanlah sesuatu yang mudah dicapai. Namun, upaya itu butuh komitmen, sinergi, dan dukungan dari semua pihak. Sinergi dan kolaborasi bersama ini demi mewujudkan perempuan hebat, Indonesia maju, utamanya di Kota Payakumbuh,” ujar Riza Falepi.
Riza pun menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat dalam strategi pengarustamaan gender (PUG) di Kota Payakumbuh. Terutama kepada Ketua TP PKK Kota Payakumbuh Henny Riza Falepi yang memberdayakan perempuan-perempuan sehingga mereka menjadi lebih hebat dalam berkontribusi bagi kehidupan masyarakat di Kota Payakumbuh.
“Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat. Mudah-mudahan kedepan prestasi ini dapat kita tingkatkan, paling tidak bisa dipertahankan. Jangan jadikan prestasi ini sebagai tujuan akhir, tetapi sebuah motivasi untuk lebih baik lagi dalam rangka mewujudkan pembangunan yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan,” tambah Riza.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Payakumbuh Syahnadel Khairi menyebut, Indeks Pembangunan Gender (IPG) Kota Payakumbuh diketahui adalah 98,46 di tahun 2020.
Sedangkan, Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) meningkat dari 67,81 pada tahun 2019, menjadi 71,01 pada tahun 2020, sekaligus menjadi IDG daerah tertinggi di Provinsi Sumatera Barat.
Hal tersebut menunjukkan, IDG yang terdiri dari keterlibatan perempuan di dalam parlemen, tenaga manager, profesional, administrasi, teknis, dan sumbangan dalam pendapatan kerja di Kota Payakumbuh terus meningkat.
“Membaiknya IDG ini menunjukkan perempuan di Kota Payakumbuh semakin menunjukkan perannya dalam pembangunan,” ucap Syahnadel.
Sebagai informasi, APE merupakan penghargaan yang diberikan kepada kementerian/lembaga dan pemerintah daerah yang dinilai telah berkomitmen dalam pencapaian dan perwujudan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan.
Penghargaan itu diberikan kepada Pemko Payakumbuh, sebagai bentuk pengakuan atas komitmen dan peran pimpinan pemerintah daerah, dalam upaya mewujudkan kesetaraan gender dalam pelaksanaan strategi Pengarusutamaan Gender (PUG).
Untuk acara pemberian penghargaan Anugerah APE 2020 oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, akan dilakukan pada 13 Oktober 2021 mendatang secara daring.
Namun, penyampaian piala dan piagam penghargaan APE dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang telah diambil oleh DP3AP2KB pada 23 September lalu di Jakarta, telah disampaikan kepada Wali Kota Payakumbuh, Riza Falepi sesegera Kepala Dinas bertolak kembali ke Payakumbuh, ini juga merupakan kado terindah dari kepala dinas yang akan memasuki masa pensiun pada 1 Oktober 2021 nanti. (Rel/Hrs)
Payakumbuh,JangkarPost.com--- Ucapkan selamat tinggal kepada rentenir, ada berita gembira bagi masyarakat Payakumbuh, khususnya pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM), karena Bank Nagari melaunching Kredit Usaha Rakyat (KUR) Super Mikro untuk masyarakat Provinsi Sumatera Barat.
Ini merupakan solusi modal usaha bijak, agar tidak terjebak iming-iming rentenir di tengah pandemi Covid-19. Melalui program MaRandang (Melawan Rentenir Daerah Minang) ini di Kota Payakumbuh, telah diresmikan dengan ditandai penyerahan secara simbolis oleh Wali Kota Riza Falepi bersama Direktur Utama Bank Nagari Muhammad Irsyad kepada pelaku usaha bengkel, petani cabe, peternakan ayam kampung, pedagang makanan dan minuman kaki lima, pedagang barang harian, usaha garendong, serta tukang jahit di Aula Ngalau Indah Lantai III Balaikota, Kamis (23/9).
Melalui program ini, pelaku usaha mikro bisa mendapatkan pinjaman nilai minimal 1.000.000 dan maksimal 10.000.000 dengan bunga 6 persen menurun harian, dalam jangka waktu 1 tahun, 2 tahun, atau 3 tahun.
Bila pinjaman Rp. 10.000.000, maka pemohon menerima uang di rekeningnya sebesar 9.800.000 setelah dipotong biaya administrasi, tentunya pemohon harus memiliki rekening bank nagari.
Syarat untuk mengajukan KUR Super Mikro ini, adalah Foto Copy KTP Suami Istri, Foto Copy Buku Nikah, foto suami istri ukuran 3×4 sebanyak dua lembar, serta surat keterangan usaha dari kelurahan.
Prosesnya mudah dan cepat, biaya administrasi rendah, serta tanpa agunan atau boroh. Namun, bagi calon pemohon yang memiliki masalah dengan Bank Indonesia (BI) checking, mereka tidak bisa ikut program ini.
Wali Kota Riza Falepi mengatakan dirinya senang dan bersyukur masyarakatnya dapat dibantu dengan adanya program MaRandang ini, dengan adanya kemudahan bagi pelaku usaha bisa mengajukan pinjaman kredit super mikro, kalau sudah ada ini, jangan kepada yang lain.
Riza juga menyampaikan terima kaaih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada OJK yang peduli dengan urusan kredit mikro. Karena menurut Riza selama ini mejadi persoalan berat yang bahkan belum tuntas tuntas oleh pemerintah daerah.
“Saya menyampaikan apresiasi kepada OJK dan Bank Nagari yang telah membantu kami. Nanti kami di Pemko akan siapkan tim untuk mengawal ini dengan di SK kan oleh wali kota. Kemudian kami akan lakukan sosialisasi pengawalan dan pembinaan,” kata Riza.
Riza menyebut memang untuk disadari bersama, keadaan ekonomi masyarakat bawah menuntut pencairan pinjaman yang butuh waktu cepat, tidak berbelit, kalau bisa butuh hari itu juga keluar.
“Kami minta Dinas Koperasi dan UKM kawal ini, jangan ada lagi ditemukan rentenir yang menyusahkan masyarakat kita, lawan saja, kalau ada intimidasi, hadapi saja,” tegas Riza.
Sementara itu, Dirut PT. Bank Nagari, Tbk Muhammad Irsyad mengatakan dalam rangka merecovery ekonomi, Bank Nagari bangkit melawan pandemi Covid-19 bersama pelaku usaha mikro yang terdampak, peran bank daerah dan jajaran sudah dipastikan ikut membangun sektor ekonomi di Kota Payakumbuh agar menggeliat.
“Bersama OJK, kami ingin ikut mendukung pengembangan sektor UMKM. Kalau pinjaman 5 juta saja tidak sampai 1000 sehari membayar cicilannya, tentu sangat-sangat membantu. Maka kami ajak masyarakat agar memanfaatkan program ini dengan baik,” ungkapnya.
Sementara itu, menurut Kepala OJK Sumbar Yusri mengatakan total kredit perbankan di Payakumbuh adalah 3,85 triliun rupiah, dimana ini menjadi faktor penentu kualitas kredit yang sangat bagus di Kota Payakumbuh.
“Program ini hadir untuk mampu membantu mayarakat terjerat rentenir. Apalagi untuk sektor perdagangan dan pertanian di Payakumbuh sangat hidup karena terus disupport oleh masyarakat. Dengan pemulihan ekonomi nasional, akan mempercepat pertumbuhan dan pergerakan ekonomi di Payakumbuh. Bisa kita lihat di semester pertama, pertumbuhan ekonomi Sumbar pada 2021 sudah tumbuh 5,76 persen, dan nasional 7,70 persen,” ungkapnya.
Dijelaskan Yusri, Payakumbuh memiliki usaha industri yang beragam, ada industri seperti pengolahan baju, kerupuk, kue basah, anyaman kayu rotan dan bambu, furnitur, tenunan, bordir, logam dan industri lainnya hingga mencapai jumlah 1902 industri.
“Saya yakin pelaku UMKM jauh lebih besar dan banyak lagi jumlahnya. Ini tentunya pangsa pasar yang baik bagi industri jasa keuangan. Program MaRandang ini memberi spesifikasi yang lebih diharapkan oleh masyarakat, mudah dan cepat, dari sisi suku bunga tidak menjadi isu, karena bunganya murah sekali,” tukuknya.
Kredit dari jasa keuangan menjadi akselerator bagi pendorong perekonomian di Payakumbuh yang disalurkan beberapa perbankan. Yusri menyebut partisipasi masyarakat yang tinggi bisa menjaga sustainability atau permodalan Bank Nagari, karena ini adalah faktor penentu kuatnya sebuah bank dalam persaingan dan berkontribusi terhadap perekonomian, dan berkompetisi dalam industri keuangan, sangat strategis.
“OJK telah mempersyaratkan selambat-lambatnya modal bank umum pada tahun 2024 adalah 3 triliun,” ungkapnya.
Ada 5 stake holder yang mengambil peran dalam program ini seperti Pemerintah Daerah, Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Perbankan, dan Asuransi.
Pemerintah daerah memberikan informasi dan data kepada Bank tentang potensi calon penerima pinjaman melalui Wali Nagari, Kelurahan, Kelompok Pedagang Pasar, Kelompok Tani, Kelompok/Komunitas Usaha, Koperasi, dan lainnya. Kemudian membantu meniadakan rentenir yang bercokol di pasar-pasar dan di sentra ekonomi lainnya, serta asistensi dan pelatihan kepada pelaku usaha mikro.
TPAKD mengorganisir pelaksanaan program kerja /kegiatan, mengakomodir skema dan kegiatan dalam program kerja TPAKD, dan melakukan supervisi, evaluasi dan monitoring kegiatan.
Untuk Otoritas Jasa Keuangan, menyediakan data SLIK pelaku usaha mikro sesuai ketentuan dan melakukan asistensi, fasilitasi dan pelatihan kepada pelaku usaha mikro.
Perbankan menyediakan pendanaan/ pinjaman kepada Usaha Mikro berdasarkan kelayakan sesuai penilaian /ketentuan bank berlaku, mengadministrasikan dan menatausahakan pinjaman, menyampaikan data dan laporan kepada TPKAD terkait perkembangan penyaluran, serta melakukan collecting dan penagihan pengembalian pinjaman sesuai ketentuan bank berlaku.
Dari sisi Asuransi, melakukan kerjasama penjaminan pinjaman dengan bank penyalur serta melakukan asistensi kepada pelaku usaha mikro.
Acara itu turut dihadiri Kepala Cabang Bank Nagari Payakumbuh Oktra Firdaus, Kepala Cabang Bank Nagari Syariah Fitri Bahreni, Sekretaris Daerah Rida Ananda, Asisten Setdako, kepala OPD, pejabat di lingkungan Pemko Payakumbuh, dan tamu undangan. Juga penyerahan apresiasi kepada Paskibraka asal Kota Payakumbuh M. Bimantara Widyanto yang telah mengharumkan nama Kota Payakumbuh di kancah nasional. (Rel/Hrs)
WISATASUMBAR-Saya mengenal Ridwan Tulus sudah lebih lima belas tahun. Perkenalan saya dengan beliau ketika saya menjadi rektor Universitas Andalas. Salah satu program unggulan yang dilakukan ketika itu adalah mengembangkan karakter mahasiswa termasuk dalam bidang kewirausahaan. Universitas Andalas termasuk perguruan tinggi yang paling awal mengembangkan kewirausaaan bagi mahasiswa. Sehingga saya berani memasang baliho ukuran besar didepan rektorat Universitas Andalas tahun 2007 dengan tema “ Andalas University Leading in Character Building and Entrepreunership”.
Setiap minggu Unand melaksanakan kuliah umum kewirausahaan yang diberikan oleh pengusaha lokal dan nasional. Biasanya kuliah umum dilaksanakan setiap hari Jumat siang sampai sore sehingga pengusaha yang berasal dari luar Sumbar sekalian menyempatkan diri ber akhir pekan di Sumatera Barat. Pengusaha yang sudah pernah memberikan kuliah umum antara lain Bapak Jusuf Kalla (PT. Kalla Group), Bapak Fahmi Idris (PT. Kodel) , Bapak Erick Thohir (PT Mahaka, Ketua HIPMI), Om Bob Sadino (Kemchik) , Bapak Sudhamek A. Soenyoto (PT.Garuda Food), Bapak Harsha E Yoesoef (PT RPX, FedEx, kemudian menjadi Dubes di Slovakia), Sandiaga Uno (Saratoga), Dahlan Iskan (Jawa Post) dan lain-lain. Selain pengusaha nasional yang sudah terkenal, kami juga mengundang pengusaha local sukses yang wawasannya nasional seperti bapak Guspardi Gaus (Citra Swalayan), Syahrial Syarif (PT Nusantara Poultry), Ian Hanafiah (Ero Tour), Marlis (Alinia Group) dan Ridwan Tulus ( Sumatra and Beyond). Ketika saya berhenti jadi rektor Unand Juli 2011, kami telah mengundang sebanyak 150 orang pengusaha berbagi pengalaman jadi pengusaha dari awal sampai sukses kepada mahasiswa, tidak saja mahasiswa Unand tapi juga mahasiswa perguruan tinggi lain di Sumbar. Jumlah yang hadir setiap kali kuliah 300-500 orang.
Sampai sekarang saya masih menjalin hubungan silaturrahim dengan para pengusaha yang sudah pernah ke Unand.
Diantara yang sering berkomunikasi dengan saya adalah Bapak Ridwan Tulus. Sekarang ketika saya menjadi rektor di Universitas Baiturrahmah beliau saya undang juga memberikan kuliah kewirausahaan bagi mahasiswa di Universitas Baiturrahmah. Tidak itu saja, pada tahun 2018 lalu Pak Ridwan Tulus kami percaya untuk melakukan training motivasi bagi dosen dan tenaga kependidikan Universitas Baiturrahmah dalam bentuk outbond training yang kami lakukan di SECATA B Padang Panjang. Sebagian besar dari peserta traning menyatakan bahwa mereka sangat puas dengan metode training yang dilakukan oleh perusahaan pak Ridwan.
Apa yang membuat saya tertarik dengan seorang Ridwan Tulus? Saya kagum pada beliau, karena cara berpikir beliau tersebut out of the box. Sebagai seorang yang bergerak dibidang parawisata, cara atau model wisata yang ditawarkannya sangat berbeda dengan operator wisata main stream. Jika tour and travel yang lain biasanya mendatangkan touris dan mengirim orang Sumbar yang ingin berwisata keluar Sumbar seperti ke Jawa, Bali bahkan sampai keluar negeri. Biasanya sudah tersedia paket perjalanan yang ditawarkan dengan alternatif destinasi yang dituju, lama perjalanan, hotel dan penerbangan yang dipilih. Destinasi dapat juga dirancang oleh travel berdasarkan keinginan yang akan berwisata. Kebanyakan travel lebih mengutamakan jumlah yang akan ikut, semakin banyak jumlah yang ikut semakin senang travelnya dan harga bisa didiskon.
Ridwan Tulus melakukan hal yang berbeda, dia menjual ide, baik untuk wisata maupun untuk outbond. Mitra yang menggunakan perusahaan Ridwan tidak saja local, tapi nasional bahkan international. Beliau promosi hanya menggunakan website nama www.sumatraandbeyond.co. Program yang dijualnya unik. Suatu kali, beliau bercerita bagaimana beliau menawarkan paket liburan bagi anak seorang milyarder asal Inggris. Anak sikaya ini ditawarkan paket tinggal beberapa disebuah panti asuhan, hidup, belajar, main, makan ala panti. Ketika program akan berakhir si anak kaya tidak mau ikut acara perpisahan dengan teman-teman dipanti yang telah dia kenal selama beberapa hari, karena dia ingin masa tinggalnya di panti bisa diperpanjang. Ridwan Tulus hanya mendatangkan beberapa orang turis, tapi dampaknya baik bagi sianak kaya begitu juga bagi destinasi yang dikunjunginya sangat berarti. Bagi pak Ridwan selain nama usahanya semakin berkibar juga dampak finansialnya. Karena bagi orang kaya hal-hal unik seperti ini yang diperlukan, kalau dia suka berapapun harga dia bayar malah biasanya mereka tidak menawar harga yang diberikan. Kalau liburan melihat alam, persembahan tari-tarian budaya kemudian tidur di hotel berbintang itu sudah biasa.
Begitu juga ketika acara outbond yang diberikan untuk keluarga besar Universitas Baiturrahmah. Semua peserta tidur di barak prajurit termasuk saya, tidur pakai veldingbad, mandi dan makan ditempat umum. Kepada kami diberikan berbagai macam kegiatan, sesuai dengan pembagian kelompok. Ada yang membersihkan kolam ikan, ada yang membersihkan musium kereta api, ada yang jualan susu, ada yang membuat lukisan mural dsb. Semua peserta juga gotong royong membersihkan kota Padang Panjang sekalian jalan pagi. Pada acara out bond tersebut juga ada motivasi yang diberikan oleh motivator nasional dan juga ada acara permainan berkelompok dengan melibatkan prajurit TNI di SCATA.Tidak sampai disitu pada acara malam penutupan beliau membuat kolaborasi orchestra dengan melibatkan seniman mahasiswa ISI Padang Panjang. Semua acara sepertinya dirancang sesuai kondisi tapi disiapkan dengan baik tapi tidak kaku, semua peserta merasa senang dan mengasikkan sehingga betul-betul bekesan.
Itulah Ridwan Tulus, saya sulit menemukan orang yang kreatif seperti beliau, semuanya bisa jadi objek. Beliau tidak kaku, kreativitasnya muncul ketika melihat suasana, sehingga programnya bisa berobah tergantung situasi dan kondisi. Berbeda dengan yang lain yang sudah punya Pakem. Ridwan Tulus mengembangkan kretivitasnya ditengah alam semesta ciptaan Allah yang luar biasa. Sehingga Ridwan Tulus bisa menjadi tour designer yang luar biasa !
(***)
Payakumbuh, JangkarPost.com--- 20 September ditetapkan sebagai hari jadi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Sago atau Pamtigo Kota Payakumbuh. Tepat pada hari ini, badan usaha milik daerah (BUMD) itu genap berumur 40 tahun sejak diresmikan melalui SK Menteri Pekerjaan Umum Nomor 021/KPTS/CK/III/1981 tanggal 20 September 1981 silam.
Acara seremonialnya digelar dengan sederhana di kantor Pamtigo dengan menghadirkan penyanyi Minang Elsa Pitaloka, dan untuk mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19, acara ini bisa disaksikan secara daring melalui akun media sosial resmi Pamtigo Payakumbuh, Senin (20/9).
Hadir Wali Kota Riza Falepi, Wakil Ketua DPRD Wulan Denura, Sekretaris Daerah Rida Ananda, Dirut Pamtigo Khairul Ikhwan, Dirum Pamtigo Asrar Dt. Leloanso, Unsur Forkopimda, pimpinan BUMD, BUMN, serta beberapa pejabat Pemko Payakumbuh dan jajaran Pamtigo. Bahkan Dirut Perumda Air Minum Tirta Gemilang Pasaman Barat Helju Seplitu Hari dan Perumda Air Minum Limapuluh Kota Zulbadri juga hadir dalam acara tersebut.
Ada tiga kegiatan inti dalam penetapan hari jadi Pamtigo itu, antara lain menetapkan lagu mars dan himne Perumda Tirta Sago, kemudian pemberian reward bagi pelanggan yang membayar tepat waktu, serta sosialisasi TOP BUMD baru diraih 10 hari yang lalu.
Wali Kota Riza Falepi yang menandatangani prasasti sebagai tanda ditetapkan hari jadi Pamtigo sekaligus pemotongan tumpeng mengatakan kalau hari ulang tahun Pamtigo beriringan dengan BUMD ini meraih penghargaan, untuk itu dia berharap semoga prestasi ini bisa terus ditingkatkan.
“Saya mendengar dalam Lagu Mars Pamtigo tadi, ada kata bersih airnya, lancar mengalirnya. Ini kita harapkan sesuai dengan apa yang bisa kita berikan kepada masyarakat,” ungkapnya.
Riza juga menginginkan perubahan dalam pengelolaan Pamtigo yang tak hanya fokus dengan kegiatan rutin saja, tetapi ada perubahan besar yang dilakukan, dengan fokus untuk bisa melayani masyarakat Payakumbuh dengan lebih baik, harus menyelesaikan keluhan-keluhan yang ada secepatnya.
“Managemen sudah kita efektifkan, kita didukung oleh DPRD dengan telah disahkannya Perda Perumda Tirta Sago. Saat ini direktur utamanya adalah seorang akademisi dan leadershipnya baik, sementara direktur umumnya telah berpengalaman di bidang perbankan, tentu kita harapkan Pamtigo bisa bekerja dengan maksimal serta tertib administrasi dan keuangan lancar,” ungkap Riza.
Riza juga mengingatkan kepada pegawai Perumda Tirta Sago agar bekerja dengan sepenuh hati, kepada pelanggan wali kota dua periode itu mengucapkan terima kasih atas kesetiaan mereka dengan Pamtigo, tak lupa Riza juga menyampaikan permintaan maaf apabila maaih ada kekurangan dalam pelayanan selama ini, serta mengapresiasi stake holder yang banyak membantu mengawal Perumda Tirta Sago selama ini.
“Dalam usia yang ke-40, Pamtigo telah banyak memberikan kontribusi untuk kemajuan daerah. Begitupula dalam pelayanan terhadap masyarakat akan kebutuhan sumber air. Dimana saat ini telah tercatat sebanyak lebih kurang 32 ribu sambungan rumah terpasang untuk warga, instansi pemerintah, swasta, dan rumah ibadah yang mendiami Kota Randang,” pungkasnya.
Sementara itu, menurut keterangan Direktur Utama Pamtigo Khairul Ikhwan, Untuk reward kepada pelanggan setia Pamtigo, telah menyediakan doorprize undian berupa satu unit sepeda motor, kulkas, LCD TV, mesin cuci, dan berbagai hadiah lainnya.
“Untuk partisipan di media sosial juga berkesempatan mendapatkan hadiah voucher pulsa senilai 1,2 juta rupiah dengan cara, setelah memfollow akun Instagram Pamtigo di @tirtasago, kemudian mereka berikan komentar unik dan terbaik selama acara berlangsung,” kata Khairul.
Khairul Ikhwan menambahkan, di hari bersejarah bagi Pamtigo Kota Payakumbuh, penetapan hari jadi ini dijadikan momentum kebersamaan bagaimana mencapai kesuksesan tidak lepas dari semangat dan motivasi kebersamaan, mulai dari pegawai paling bawah sampai tingkat pimpinan.
“Ditambah, pemberian reward kepada pelanggan ini merupakan kali kedua dilakukan, adalah sebagai rasa pemancing, bagaimana kita mengapresiasi pelanggan Pamtigo yang rajin membayar kewajibannya di awal waktu dan tidak menunggak. Paling tidak selama 6 bulan berturut-turut sebelum tanggal 5 tiap bulan. Alhamdulillah ada sebanyak 368 pelanggan yang tertib administrasi tahun ini, sementara tahun dulu hanya 120an saja,” ungkap Khairul.
Dijelaskan juga oleh Dosen STKIP Azkia itu, di bawah kepemimpinannya mengupayakan peningkatan sumber daya manusia (SDM) jajaran Parmtigo dengan memberikan pelatihan dari sisi administrasi dan keuangan, serta operasional teknik.
“Setiap elemen memberikan kontribusi dalam kemajuan Pamtigo, tak hanya kualitas air saja yang kita pastikan baik, tetapi juga kualitas pelayanan. Apalagi kemampuan mendeteksi kebocoran dan takanan air lemah penting dimiliki oleh petugas di lapangan, dimaksimalkan secara berkala, dan sekarang sudah nampak hasilnya,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Bank Nagari Cabang Payakumbuh Oktra Firdaus dalam sambutannya menyebut turut berbahagia dan menyampaikan selamat kepada Pamtigo atas penetapan hari jadi dan penghargaan TOP BUMD Awards 2021.
“Pamtigo dan Bank Nagari merupakan sama-sama perusahaan milik daerah. Keinginan Wali Kota Riza Falepi untuk mengglobalkan Pamtigo dengan bisa mengekspor air ke daerah lain adalah demi daerahnya juga. Untuk itu kita selaku BUMD harus saling intens berkomunikasi dan support. Keberhasilan Pamtigo bisa lebih baik lagi bila kita bersinergi. Selamat, semoga Pamtigo lebih sukses dan berhasil,” terang Oktra. (Rel/Hrs)Setelah mendengar paparan singkat saya tentang bagaimana membuat sebuah destinasi wisata yang menyehatkan sebagai Green Tourism Destination dengan forest healing dan oceanic healing, yang kebetulan 5 bulan sebelum pandemik saya memberikan ide dan gagasan ini ketika saya diberi kehormatan oleh Prof. Tati Suryati Syamsudin untuk memberi kuliah umum diprogram master Biologi – Institute Teknologi Bandung (ITB), Ichiro langsung tertarik dan minta kepada Tayes untuk segera meninjau lokasinya di Batu Batindiak – Pessel yang kebetulan pemilik lahannya Hendrizon, SH seorang pengacara dan ketua Ikatan Keluarga Wartawan (IKW).
Setelah pertemuan langsung dengan pemilik lahan, Tayespun langsung menelpon Gubernur Sumbar. Dan lebih luar biasa lagi bapak H. Mahyeldi Ansharullah, SP langsung merespon positif dan mengajak bertemu langsung ba’da Subuh keesokan harinya.
Pertemuan dengan gubernur Sumbar
Mendengar paparan Ichiro tentang potensi kepariwisataan Sumbar untuk overseas market khususnya market Jepang yang sangat sensitif dengan issue lingkungan dan paparan saya tentang bagaimana menjadikan Sumbar sebagai role model untuk Green Tourism Destination dan menjadi solusi kepariwisataan dunia dengan membuat destinasi yang menyehatkan saat pandemik ini dengan Forest Healing dan Oceanic Healing gubernur Sumbar H. Mahyeldi Ansharullah, SP langsung merespon positif dan menyuruh untuk meninjau lokasi percontohan tersebut di Batu Batindiak – Pessel dan berjanji untuk mencoba membantu untuk merealisasikannya segera.
Mandi Hutan ala Jepang
Sun Bathing atau Mandi Hutan adalah program kesehatan yang sudah mendunia yang dimulai dari Jepang dengan istilah Shinrin-Yoku.
Shinrin-yoku merupakan praktik yang dilakukan oleh para penggemar kebugaran dan alam di Jepang sejak 1980-an.
Shinrin-yoku merupakan waktu berkualitas yang dihabiskan dengan cara berada di dekat pepohonan hutan tanpa ada satu distraksi atau gangguan sama sekali.
Ketika saya diundang ke Jepang diawal tahun 2000an dan diberi kehormatan oleh Nippon Senin Kyokai dan diberi kesempatan untuk berbagi pengalaman tentang Life Experience Tourism di program master Pengkajian Asia – Afrika Universitas Kyoto dan disana saya banyak belajar budaya dan kearifan lokal yang menarik termasuk Shinrin – Yoku.
Dan ini salah satu yang menginspirasi saya untuk membuat destinasi yang menyehatkan dengan forest healing dan oceanic healing yang insyaallah bisa menjadi solusi pariwisata dunia disaat pandemik ini.
Stay safe and healthy with our specially designed tour programs with forest and oceanic healing.
Thanks for being a Green Friend of Indonesia !
www.sumatraandbeyond.co
International Green Tour Operator
Support for greentourisminstitute.org
Payakumbuh, JangkarPost.com--- Dengan telah berhasilnya Pemerintah Kota Payakumbuh dalam pengelolaan keterbukaan informasi publik diera digital saat ini, Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota laksanakan kunjungan studi tiru ke Pemerintah Kota Payakumbuh.
Hal ini terlihat dengan kunjungan Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Kabupaten Limapuluh Kota ke Dinas Kominfo Kota Payakumbuh untuk melakukan studi tiru serta juga untuk mengadopsi dalam penggunaan aplikasi Sistem Informasi Wartawan (Siwarta) pada Dinas Kominfo Kabupaten Limapuluh Kota.
Disambut langsung oleh Plt. Kepala Dinas Kominfo Kota Payakumbuh Armein Busra bersama jajaran dari bidang E-Gov dan bidang Kehumasan di aula pertemuan Kopay kantor Dinas Kominfo, Dinas Kominfo Kabupaten Limapuluh Kota melalui bidang Komunikasi Informasi Publik (KIP) yang dipimpin langsung oleh kepala bidang KIP Deni Permana bersama kepala bidang e-gov M. Rafi Azka beserta jajaran sampaikan maksud untuk lakukan studi tiru terhadap pengelolaan dan penggunaan situs aplikasi Siwarta yang telah diadopsi Pemko Payakumbuh semenjak tahun 2017 silam.
Kabid KIP Deni Permana sampaikan Trima kasih dan ucap syukur atas sambutan hangat dari Dinas Kominfo Kota Payakumbuh.
“Alhamdulilah, dengan kunjungan ini semoga akan dapat membawa dan menyerap ilmu dari Pemko Payakumbuh untuk kemajuan dalam kemudahan akses bagi semuanya, terutama para insan pers di Limapuluh kota dalam keterbukaan informasi publik yang ada di wilayah pemerintah kabupaten Limapuluh kota kedepannya,” ujar Deni, Jumat (17/9).
Didampingi Kabid E-Gov dan jajaran, Deni berharap para insan pers kedepan dapat lebih mudah bekerja untuk keterbukaan informasi publik dengan telah diadopsinya aplikasi Siwarta oleh Dinas Kominfo Kabupaten Limapuluh Kota.
Dan atas harapan yang disampaikan oleh Kabid KIP dan Kabid E-Gov Dinas Kominfo Limapuluh Kota itu, Plt. Kepala Dinas Kominfo Kota Payakumbuh Armein Busra turut berbahagia atas kedatangan saudara seperjuangan dari luak limapuluah tersebut.
“Payakumbuh dan Limapuluhkota merupakan satu wilayah kesatuan, dan ini sudah seperti adik dan kakak yang badusanak, dan dalam hal apapun antara kedua wilayah ini sudah pasti akan saling bersinergi untuk kemajuan dan kemakmuran warga tentunya,” ujar Plt. Kadis Kominfo
Terkait fungsi Siwarta, Armein turut beberkan kemudahan dan kelancaran atas keterbukaan informasi publik yang disuguhkan pemerintah kota Payakumbuh terhadap insan pers.
“Dalam aplikasi SiWarta ini, ialah bentuk pelayanan pemerintah terhadap rekan-rekan pers, baik media cetak maupun media online yang menjalin kerjasama dengan pemerintah. Selain memudahkan rekan-rekan media mengakses berita dari pemerintah, juga menginput klipingan berita dari media ke bidang humas secara e paper.” ungkap Plt. Kadis Kominfo itu.
Lebih lanjut, disampaikan Armein Busra bahwa dengan telah berlangsungnya pertemuan antara kedua dinas Kominfo tersebut akan dilakukan kesepakatan kerjasama dalam penggunaan aplikasi Siwarta, dan secara berjenjang, kedua belah pihak akan sampaikan ke pimpinan masing-masing dan akan ditindak lanjuti secara teknis terkait pengadopsian aplikasi Siwarta ini,” tutup Plt. Kepala Dinas Kominfo Kota Payakumbuh itu. (Rel/Hrs)