Aceh Singkil
[Aceh Singkil][column1]
pasamanbarat.sumbar.polri.go.id -- Kepolisan Resor Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar), menggelar kegiatan Jumat Keliling di Masjid Al-Falah Jambak, Nagari Lingkuang Aua Jambak, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, Jumat (23/10/2026).
Kedatangan Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.Ik., M.H didampingi sejumlah Pejabat Utama (PJU), mendapat sambutan hangat dan respon positif dari para jemaah yang menunaikan ibadah salat jumat.
"Terima kasih kepada para jemaah dan pengurus Masjid Al-Falah yang telah memfasilitasi kami dalam kegiatan Jumat Keliling," ujar Kapolres saat mengawali sambutannya.
Kapolres mengatakan, kegiatan Jumat Keliling sebagai bentuk menjalin silaturahmi dan kebersamaan antara masyarakat dengan institusi kepolisian khususnya Polres Pasaman Barat.
"Program jumat keliling bertujuan untuk mendengar dan menerima saran, masukan, kritik yang positif dari masyarakat seiring dengan pelaksanaan tugas Polri," tuturnya.
Menurutnya, tugas Kepolisian bukan hanya sebagai aparat penegak hukum, namun juga merangkul serta bersinrgi bersama masyarakat dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Kabupaten Pasaman Barat.
"Polri Bersama Masyarakat artinya Polri hadir bukan sekadar sebagai penegak hukum, melainkan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari rakyat," tuturnya.
*Kapolres membuka sesi tanya jawab bersama masyarakat*
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah masyarakat diantaranya tokoh agama Ustaz Kasmir bertanya tentang penanganan jika terjadinya aksi pencurian buah kelapa sawit dan kenakalan remaja di wilayah Nagari Lingkuang Aua Jambak.
Selalu itu, pertanyaan dari Kepala Jorong Ajip tentang persoalan maraknya terkait penyalagunaan narkoba dan berharap tindakan tegas dari aparat kepolisian setempat.
Pertanyaan terakhir dari Sekretaris Nagari Lingkuang Aua Jambak Andi Permana mengapresiasi pihak Polres Pasaman Barat dalam pengamanan lalu lintas, dan terkait Bahan Bakar Minyak (BBM) yang sulit didapat oleh masyarakat.
*Kapolres menjawab pertanyaan masyarakat tentang Kamtibmas*
Menjawab pertanyaan dari sejumlah tokoh masyarakat tentang situasi Kamtibmas di wilayah Nagari Lingkungan Aua Jambak, khususya tentang tindak pidana pencurian kelapa sawit memang masih di dominasi dari kenakalan remaja dan masyarakat ekonomi ke bawah.
"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk berperan dalam menjaga situasi Kamtibmas. Karena didominasi dari dampak kenakalan remaja, pihaknya mengajak para orang tua agar saling menjaga dan mengawasi aktivitas anak-anak ketika berada di luar rumah," ajaknya.
Selain itu, terkait dengan penyalahgunaan narkotika, Polres Pasaman Barat melalui Satuan Reserse Narkoba terus melakukan pengawasan dan patroli di sejumlah titik yang dianggap rawan.
"Personel Satuan Reserse Narkoba terus melakukan patroli untuk mempersempit ruang gerak para pelaku peredaran narkotika, serta menerima dan merespon cepat laporan dari masyarakat jika adanya peredaran narkoba di wilayah masing-masing," sebutnya.
Kemudian terkait pengaman arus lalu lintas, personel Polantas telah disiagakan di sejumlah titik rawan kemacetan, khususnya pada waktu kepadatan aktivitas masyarakat.
"Terkait BBM, Polres Pasaman Barat dan pemerintah daerah setempat sudah memberlakukan sistem barcode satu kali pengisian BBM untuk satu kendaraan bermotor," ucapnya.
Kapolres mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjalin koordinasi dan komunikasi jika ditemukan gangguan Kamtibmas di wilayah masing-masing.
"Jika adanya gangguan Kamtibmas, segera hubungi layanan online 110 Polres Pasaman Barat. Personel akan langsung merespon cepat laporan dari masyarakat," imbaunya. (HumasResPasbar)
PASAMAN BARAT | Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pasaman Barat berhasil mengamankan seorang pemuda berinisial YA (22), yang diduga terlibat dalam pencurian panel dan komponen elektrik komputer pada alat berat jenis excavator. Penangkapan tersebut merupakan tindak lanjut atas laporan kehilangan milik seorang warga di wilayah Kecamatan Gunung Tuleh, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, Minggu (11/10/2026).
Pengungkapan perkara ini berada dalam penanganan Polres Pasaman Barat di bawah kepemimpinan Kapolres AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., M.H. Melalui jajaran Satreskrim, kepolisian melakukan penelusuran terhadap dugaan tindak pidana tersebut hingga memperoleh informasi mengenai keberadaan orang yang dicurigai terlibat.
Kasat Reskrim Polres Pasaman Barat, Iptu A. Agung Ngurah Santa Subrata, S.Tr.K., membenarkan bahwa pihaknya telah mengamankan YA. Penjelasan tersebut disampaikan sebagai bagian dari perkembangan penanganan perkara yang kini berlanjut pada proses penyidikan untuk mendalami peristiwa dan peran terduga pelaku.
Kasus ini bermula pada Sabtu (10/10/2026), sekitar pukul 11.58 WIB, di Jorong Kartini Labuah Baru, Nagari Muara Kiawai, Kecamatan Gunung Tuleh. Saat memeriksa excavator miliknya yang terparkir di ruas jalan kawasan tersebut, korban Handro Donal mendapati panel dan komponen elektrik alat berat yang sebelumnya terpasang telah hilang dari tempatnya.
Kehilangan dua komponen tersebut mendorong korban melaporkan kejadian itu ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Pasaman Barat. Laporan tersebut kemudian menjadi dasar bagi petugas untuk melakukan penyelidikan, mengumpulkan informasi awal, serta meminta keterangan dari sejumlah saksi guna menelusuri kemungkinan pelaku dan keberadaan barang yang hilang.
Dari hasil penelusuran awal, petugas memperoleh informasi bahwa barang yang diduga berkaitan dengan pencurian tersebut hendak dijual kepada seseorang di kawasan Kecamatan Luhak Nan Duo. Informasi itu selanjutnya ditindaklanjuti oleh Tim Opsnal Satreskrim yang dipimpin Ipda Algino Ganaro untuk melacak keberadaan YA.
Pencarian mengarah ke sebuah rumah kontrakan di RT 05 Ophir Barat, Nagari Ophir, Kecamatan Luhak Nan Duo. Di lokasi tersebut, petugas mengamankan YA pada Minggu dini hari sekitar pukul 01.00 WIB. Penangkapan berlangsung tanpa perlawanan, sementara proses penyelidikan dan pemeriksaan terhadap terduga pelaku dilanjutkan oleh penyidik.
Dalam pemeriksaan awal, YA disebut mengakui perbuatannya. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu unit panel excavator dan satu komponen elektrik excavator yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut. Meski demikian, pembuktian mengenai tindak pidana dan pertanggungjawaban pelaku tetap menjadi bagian dari proses hukum yang harus dilakukan sesuai ketentuan perundang-undangan.
Akibat kejadian itu, korban diperkirakan mengalami kerugian materiil mencapai Rp50 juta. Nilai kerugian tersebut menjadi salah satu unsur yang perlu didalami dalam penyidikan, termasuk memastikan keterkaitan barang bukti dengan laporan korban serta melengkapi keterangan saksi dan bukti pendukung lainnya.
Saat ini, YA bersama barang bukti telah dibawa ke Mapolres Pasaman Barat untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Penanganan perkara tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah dan ketentuan hukum yang berlaku. Polres Pasaman Barat mengimbau masyarakat agar segera melaporkan kepada kepolisian apabila mengetahui tindak pidana atau menemukan informasi yang relevan, sehingga keamanan lingkungan dan perlindungan terhadap harta benda masyarakat dapat terus dijaga.