PUPR KOTA PADANG | Pantauan awak media ini di lapangan pada Kamis, 24 September 2026, memperlihatkan pekerjaan infrastruktur di kawasan Daerah Irigasi (DI) Lubuk Minturun terus bergerak. Sejumlah pekerja tampak mengerjakan konstruksi saluran, memperkuat dinding dengan susunan batu, serta menata bagian aliran yang menjadi penunjang kebutuhan masyarakat.
Pekerjaan tersebut merupakan bagian dari percepatan pembangunan infrastruktur yang dilakukan Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), di bawah koordinasi Kepala Dinas PUPR Kota Padang Malvi Hendri.
Sebanyak 21 paket pekerjaan fisik berupa drainase, irigasi dan penanganan sungai tengah dikebut. Program tersebut diarahkan pada sejumlah kawasan yang membutuhkan penguatan infrastruktur pengendali air, terutama wilayah yang sebelumnya terdampak banjir.
Di DI Lubuk Minturun, progres pekerjaan telah mencapai sekitar 45 persen.
Pantauan langsung di lokasi menunjukkan aktivitas konstruksi berlangsung pada bagian saluran dan struktur pengaman. Batu-batu ditata membentuk dinding penahan, sementara pekerja mengerjakan bagian dasar saluran secara bertahap.
Bagi masyarakat Lubuk Minturun, keberadaan jaringan irigasi memiliki arti penting. Infrastruktur tersebut berkaitan langsung dengan kebutuhan pengairan sawah dan kolam perikanan masyarakat yang sangat bergantung pada kelancaran aliran air.
Karena itu, pekerjaan yang tengah dikebut bukan sekadar membangun struktur fisik. Lebih jauh, proyek tersebut menyangkut upaya mengembalikan dan memperkuat fungsi jaringan pengairan agar dapat dimanfaatkan masyarakat secara berkelanjutan.
Malvi Hendri sebagai Kadis PUPR Kota Padang menjadi figur yang mengawal pelaksanaan berbagai program teknis tersebut bersama jajaran. Percepatan pekerjaan dilakukan dengan tetap memperhatikan tahapan pembangunan dan kondisi konstruksi di lapangan.
Program 21 paket pekerjaan tersebut tidak hanya menyasar Lubuk Minturun. Sejumlah kawasan lain juga mendapatkan penanganan melalui pekerjaan drainase, irigasi dan sungai sebagai bagian dari penguatan sistem pengelolaan air.
Pekerjaan fisik di sejumlah titik tersebut menjadi penting karena persoalan banjir tidak hanya berkaitan dengan tingginya curah hujan. Kondisi drainase, kapasitas saluran, aliran sungai dan jaringan irigasi turut menentukan bagaimana air bergerak ketika debit meningkat.
Di Lubuk Minturun, pembangunan struktur saluran sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem pengairan kawasan. Dengan konstruksi yang lebih baik, aliran air diharapkan dapat diarahkan dan dikendalikan sesuai fungsi saluran.
Target penyelesaian pekerjaan DI Lubuk Minturun ditetapkan pada 9 November 2026. Dengan progres yang telah mencapai 45 persen pada 24 September, pekerjaan tersebut masih memiliki waktu untuk terus dikebut menuju penyelesaian.
Namun percepatan tidak boleh hanya dimaknai dari cepatnya pekerjaan selesai. Kualitas konstruksi menjadi faktor penting karena saluran dan struktur pengaman air akan berhadapan langsung dengan tekanan aliran, curah hujan serta kondisi lingkungan dalam jangka panjang.
Karena itu, pengawasan terhadap setiap tahapan pekerjaan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari program percepatan. Material, susunan konstruksi, bentuk saluran dan kekuatan struktur harus tetap diperhatikan agar hasil pembangunan benar-benar memberikan manfaat.
Langkah percepatan yang dilakukan Dinas PUPR di bawah koordinasi Malvi Hendri juga menunjukkan bahwa pemulihan infrastruktur pascabanjir membutuhkan pekerjaan yang terukur dan dilakukan pada titik-titik yang memiliki kebutuhan mendesak.
Dari lokasi pekerjaan, aktivitas para pekerja memperlihatkan proyek tersebut masih terus bergerak. Struktur saluran yang mulai terbentuk menjadi gambaran konkret dari pembangunan infrastruktur yang ditujukan untuk memperkuat pengelolaan air.
Pada akhirnya, pembangunan di DI Lubuk Minturun bukan hanya soal batu, semen, saluran dan angka progres. Di balik pekerjaan itu terdapat kebutuhan petani terhadap pengairan sawah, kebutuhan pembudidaya ikan terhadap ketersediaan air, serta kepentingan masyarakat terhadap sistem pengendalian air yang lebih baik.
Dengan progres mencapai 45 persen dan target penyelesaian pada 9 November 2026, pekerjaan DI Lubuk Minturun kini memasuki fase penting. Kadis PUPR Kota Padang Malvi Hendri bersama jajaran dituntut menjaga percepatan sekaligus kualitas pekerjaan, agar pembangunan yang dikebut tersebut benar-benar berujung pada manfaat nyata bagi masyarakat.
Davit Efendi

Posting Komentar